Tuesday, May 22, 2012

Asal Usul dan Manfaat Pohon Kelapa


Pohon kelapa dan buahnya mempunyai sejarah panjang di Indonesia, bahkan merupakan lambang atau pengenal kepulauan Indonesia.

Yang menarik, dalam mitologi Hindu dan menurut Kitab Suci Weda, kelapa merupakan "pohon surgawi." Konon, Dewa Wisnu, membawa pohon kelapa sebagai sumber kesehatan, ketenangan, panjang usia, dan kedamaian.

Pohon kelapa dianggap suci, dan berperan penting dalam semua upacara keagamaan. Dalam kehidupan sehari-hari, hampir semua bagian tanaman kelapa dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Salah satu produk dari kelapa adalah airnya, ternyata dalam larutannya, air buah nyiur ini punya khasiat dan nilai gizi yang luar biasa. Bukan hanya unsur makro berupa nitrogen dan karbon, tetapi juga unsur mikro yang sangat dibutuhkan tubuh ada di air kelapa. Unsur nitrogen di dalamnya berupa protein yang tersusun dari asam amino, seperti alanin, sistin, arginin, alin, dan serin.

Dibandingkan asam amino yang terdapat di susu sapi, asam amino yang terkandung dalam air kelapa ternyata lebih tinggi. Sementara unsur karbon dapat dijumpai dalam bentuk karbohidrat sederhana seperti glukosa, sukrosa, fruktosa, sorbitol, inositol, dan lainnya. Begitu pula dengan unsur mikro dalam air kelapa berupa mineral yang dibutuhkan sebagai penganti ion tubuh. Layak memang, bila setelah minum kelapa muda tubuh kita terasa kembali segar.

Jika diteliti lebih jauh, air kelapa ternyata juga mengandung beragam vitamin. Di antaranya vitamin C yang dominan, asam nikotinat, asam folat, asam pantotenat, biotin, serta riboflavin. Tak heran jika air kelapa juga dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional sekaligus kecantikan.

Di samping itu, secara khusus, air kelapa kaya akan potasium (kalium). Selain mineral, air kelapa juga mengandung gula (bervariasi antara 1,7 sampai 2,6 persen) dan protein (0,07- 0,55 persen). Karena komposisi gizi yang demikian ini, maka air kelapa berpotensi dijadikan bahan
 Baku produk pangan.

Di Filipina, air kelapa dimanfaatkan untuk proses pembuatan minuman, jelly, alkohol, dektran, cuka, dan nata de coco. Di Indonesia, air kelapa digunakan sebagai minuman (air kelapa muda) dan media pembuatan nata de coco.
 
1. Asal usul Kelapa
Tanaman kelapa diperkirakan berasal dari Amerika Selatan. Tanaman kelapa
telah dibudidayakan di sekitar Lembah Andes di Kolumbia, Amerika Selatan sejak
ribuan tahun Sebelum Masehi. Catatan lain menyatakan bahwa tanaman kelapa
berasal dari kawasan Asia Selatan atau Malaysia, atau mungkin Pasifik Barat.
Selanjutnya, tanaman kelapa menyebar dari  pantai yang satu ke pantai yang lain.
Cara penyebaran buah kelapa bisa melalui aliran sungai atau lautan, atau dibawa oleh
para awak kapal yang sedang berlabuh dari  pantai yang satu ke pantai yang lain
(Warisno, 1998).
Cara membudidayakan kelapa yang tertua banyak ditemukan di daerah
Philipina dan Sri Langka. Di daerah tersebut tanaman kelapa dikenal sejak 3000
tahun yang lalu. Ada sementara ahli berpendapat bahwa tanaman kelapa berasal dari
Philipina. Philipina juga merupakan salah satu perintis dalam teknologi pengolahan
berbagai macam produk kelapa (Warisno, 1998).
 
2. Varietas Kelapa
Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, maka kelapa bisa digolongkan sebagai :         
Divisio : Spermatophyta, Klas : Monocotyledoneae,Ordo : Palmales, Familia:
Palmae, Genus: Cocos, Spesies : Cocos nucifera  ( P. Suhardiman, 1994 ).
  45
Kelapa termasuk tumbuhan berkeping satu (monocotyledoneae), berakar
serabut, dan termasuk golongan palem (palmae). Kelapa (Cocos nucifera L), di Jawa
Timur dan Jawa Tengah dikenal dengan sebutan  kelopo atau  krambil. Di Belanda
masyarakat mengenalnya sebagai kokosnot atau klapper, sedangkan bangsa Perancis
menyebutnya cocotier (Warisno, 1998).
Varietas tanaman kelapa yang dikenal kurang lebih ada 100 macam. Tanaman
ini mulai berbuah pada umur 5 tahun. Produksi penuh dicapai pada umur 10 tahun,
dan ini berlangsung sampai umur 50 tahun. Pohon kelapa dikatakan tua pada umur
80 tahun, dan biasanya akan mati pada umur 100 tahun (Dep. Perindustrian, 1984).
3. Morfologi Kelapa 
Keluarga Palmae (palem) umumnya tidak bercabang dan mempunyai daun
yang berbentuk cincin. Berikut ini morfologi tanaman kelapa : 
a. Batang 
Pada umumnya, batang kelapa mengarah lurus ke atas dan tidak bercabang,
kecuali pada tanaman di pinggir sungai, tebing dan lain- lain, pertumbuhan tanaman
akan melengkung menyesuaikan arah sinar matahari.
b. Akar
 Tanaman kelapa yang baru bertunas mempunyai akar tunggang. Namun
perkembangan akar tersebut makin lama akan dilampaui oleh akar-akar yang lain,
sehingga fungsi dan bentuknya sama seperti akar serabut biasa.
c. Daun
Pertumbuhan dan pembentukan mahkota daun, dimulai sejak biji
berkecambah dan pada tingkat pertama dibentuk 4 – 6 helai daun. Daun tersusun 6
saling membalut satu sama lain, merupakan selubung dan mudahkan susunan
lembaga serta akar menembus sabut pada waktu tumbuh.
d. Bunga
Pohon kelapa mulai berbunga kira-kira  setelah 3 – 4 tahun, pada kelapa
genjah, dan 4 – 8 tahun pada kelapa dalam, sedang kelapa hibrida mulai berbunga
sesudah umur 4 tahun. Karangan bunga mulai tumbuh dari ketiak daun yang bagian
luarnya diselubungi oleh seludang yang disebut mancung (spatha). Mancung
merupakan kulit tebal dan menjadi pelindung calon bunga, panjangnya 80 – 90 cm. 
e. Buah
Bunga betina yang telah dibuahi mulai tumbuh menjadi buah,kira-kira 3 – 4
minggu setelah manggar terbuka. Tidak semua buah yang terbentuk akan menjadi
buah yang bisa dipetik, tetapi diperkirakan 1/2 - 2/3 buah muda berguguran, karena
pohon tidak sanggup membesarkannya. Buah yang masih kecil dan muda sering
disebut bluluk (P. Suhardiman. 1994).  

Manfaat dari pohon kelapa :
a. Air kelapa berkhasiat sebagai diuretik, yaitu untuk memperlancar pengeluaran air seni. Air kelapa muda dicampur dengan sedikit sari jeruk sitrun bermanfaat untuk mengatasi dehidrasi, juga untuk memerangi gangguan cacing dalam perut anak-anak kecil. 

b. Jika air kelapa muda yang dicampur dengan susu amat baik untuk makanan anak. Campuran air kelapa muda tersebut mempunyai khasiat untuk mencegah penggumpalan susu dalam perut, muntah, sembelit, dan sakit pencernaan.

c. Air kelapa juga mempunyai bermacam-macam khasiat sebagai obat. Di antaranya, minum air kelapa muda juga dapat membantu mengatasi pengaruh racun obat sulfa dan antibiotika lain, sehingga menjadikan obat-obat itu lebih cepat diserap darah.

d. Mencuci muka dengan air kelapa secara kontinu tiap hari dapat menyembuhkan atau melenyapkan jerawat, noda-noda hitam, kerutan pada wajah yang datang lebih dini, kulit mengering, dan wajah menjadi tampak berseri.

e. Campurlah air kelapa dengan sedikit madu. Ramuan ini merupakan tonikum yang murah tetapi berkhasiat. Ramuan ini merangsang pusat-pusat seksual tubuh dan meniadakan akibat buruk gairah seksual berlebih.

f.
 Jerawat
membandel dapat diobati dengan campuran 25 gram pasta kunyit dengan segelas air kelapa, lalu dibiarkan selama semalam suntuk, kemudian tambahkan 3 sendok teh bubuk cendana merah. Aduk-aduklah semua bahan tersebut sampai rata, kemudian disimpan lagi tanpa terganggu selama 3 hari. Saringlah ramuan tadi dengan tiga lapis kain kasa. Simpan sari tadi dalam botol, dan oleskan pada muka dua kali sehari hingga jerawat lenyap.

g. Air kelapa juga berkhasiat sebagai obat luka, telapak kaki pecah-pecah, dan eksim. Membuat ramuannya relatif mudah. Rendamlah segenggam beras dalam air kelapa muda bersama tempurungnya sampai beras terasa asam karena peragian, kemudian beras digiling menjadi bubuk halus. Tepung beras tersebut digunakan dengan dioleskan setiap hari selama 3-4 hari pada bagian tubuh yang sakit.

h. Jika air kelapa muda dicampur dengan sejumput bubuk kunyit dan air kapur sirih dalam ukuran sama merupakan obat luka bakar dan meniadakan rasa panas pada telapak kaki dan tangan.

4 comments:

  1. Inilah Calon Blogger Indonesia yang memberikan Info semendetail mungkin dan lengkap dengan sumber pustakanya
    maju terus kawan :D

    ReplyDelete